Kamis, 09 Oktober 2014

Proses

Jika hidup untuk berproses,
perlukah penolakan terhadap kegagalan
Jika semua berproses,
perlukah kata kasta berderajat
Jika hidup menghargai derajat martabat diri,
perlukah kepentingan bersama didahulukan

Bukan aku muak dengan hidup
Bukan aku bosan terus hidup
Hanya saja mungkin aku telah lelah
Memasuki ambang batas penerimaanku
Terhadap kebencian pada diriku sendiri
Aku benci kenapa aku harus gagal
Untuk sesuatu yang seharusnya aku bisa
Aku benci kenapa terkadang untuk sesuatu yang tak ku harap
Justru dengan mudah aku dapatkan

Kadang aku terjebak dalam alam fahamku
Mengapa tak pernah ku coba memahami

Aku bukan manusia sempurna
Aku tak bisa selalu menjadi yang diharap

#JanganProtesTerhadapProses !

\m/ Keep Rock !! \m/

Selasa, 08 Juli 2014

Kepada Kamu . . .

Sekian lama aku kehilangan kata-kata romantis
Kehilangan nyawa dalam menulis
Sudah kucari berkali-kali, nyatanya tak kutemui
Kemudian seseorang membuatku kembali mencintai karyaku sendiri
Menginspirasi kata demi kata yang keluar dari mulutku
Memacu imajinasi-imajinasi tentang masa depan yang menyenangkan
lalu, aku merajut mimpi baru
dengan kamu…

Hebatnya kini aku lebih bahagia
Hidupku mulai teratur, jalanku mulai beralur
Setiap harinya terasa menarik untuk dinantikan
Sedikitpun tak ingin kulewatkan begitu saja
Detik jarum jamnya terasa lebih berharga
Dan kuputuskan harus ada bahagia tercipta dari sana

Semenjak kamu ada,
Aku menemukan alasan untuk selalu bangun lebih pagi dari biasanya
Sekedar menunggingkan senyum atas deretan kata di layar handphone semalam
Aku menemukan alasan untuk lebih rajin melakukan hal-hal positif
Memojokkan hal negatif pada ruang-ruang terlarang dalam pikiranku

Kini ragaku tak berjuang sendirian
Ragu tak seringkali menyambangi pikiran kosongku lagi
Sunyinya malam tak lagi kujadikan alasan untuk tidur lebih cepat
Selalu ada telinga yang bersedia mendengarkan suara-suara kantukmu
Comelan tentang betapa hidup sebenarnya menyenangkan ketika mereka disisimu
Selalu ada mulut yang berusaha menghibur gundahmu
Selalu ada hati yang bersedia untuk kau diami, hatiku…

Nadirku bergetar, perutku penuh kupu-kupu
Mereka kadang saling beradu, mendesak jantungku hingga berdebar semakin kencang
Memacu naluriku untuk selalu bisa memahami kamu lebih dalam lagi

Rasa rindu pun mulai menjelajahi sel-sel otakku

Dan semakin lama rindu  ini terasa layak diperjuangkan
Waktu-waktu yang bergulir tanpa kamu terasa lebih sepi
Ketika mata kita saling beradu
Kutemukan degup jantungku berdetak lebih kencang
Nafasku tersengal, aku gugup kemudian menyerah pada senyum di lengkungan wajahmu


Kepada kamu,

yang kelak akan membaca ini, semoga aku tak lagi kehilangan nyawaku dalam menulis
baik tentang aku, kamu maupun duniaku

Kepada kamu,
yang mungkin akan mengamini tulisanku ini
aku berterimakasih atas rasa sayang yang begitu besar

Kepada kamu,
sekalipun aku mencintai cerita bahagia sampai akhir hayat, yang aku inginkan hanya jari kelingkingmu mengaitkan janji dikelingkingku, menjaga hati yang kutitipkan kala itu. Akan selalu sesederhana itu.
Kepada kamu,,,

\m/ Keep Rock !! \m/ 

Selasa, 13 Mei 2014

Dua Sisi Beda, Datang Sama-sama

Kau tahu?
semesta selalu hadir dengan dua sisi bersamaan, tapi kita pilih satu

hidup mati
datang pergi
surga neraka
panas dingin
pahit manis

itulah mengapa kita selalu disiapkan bahkan tanpa kita sadari sudah harus selalu siap

Ah…kan ada diantara itu, yahhhh abu-abulah, itu katamu

benar itu ada, tetapi itu bukan pilihanku
aku berbicara dari caraku berpikir
aku berbicara dari caraku merasa
aku berbicara dari caraku hidup

Ah… itu akan berproses menemukan jalannya, kau melanjut

benar, aku memahaminya dan sering terjebak disitu
buatku sering berputar di satu titik
buatku sering tak bertumbuh
buatku sering kelelahan

Ahhh sudahlah, nanti kita lanjut, kau mengakhiri . . .

\m/ Keep Rock !! \m/